APBD-P Inhu 2016 Turun Rp215 Miliar

Administrator - Senin,24 Oktober 2016 - 12:09:45 wib
APBD-P Inhu 2016 Turun Rp215 Miliar
ilustrasi. grc
RADARRIAUNET.COM - Kendati sudah dipenghujung tahun anggaran, akhirnya DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, Riau sahkan APBD Perubahan Inhu tahun 2016 sebesar Rp1,591 triliun lebih, Minggu (23/10/2016).
 
Angka itu jauh menurun bila dibandingkan dengan APBD murni Kabupaten Inhu tahun 2016 yang disahkan sebesar Rp1,8 triliun lebih. Penurunan itu diakibatkan terjadinya rasionalisasi anggaran sekitar Rp215 miliar lebih.
 
Selain itu, penurunan APBD Perubahan Inhu itu juga disebabkan oleh tidak tercapainya target pendapatan dan Silpa. Yang mana, target pendapatan dari sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) ditargetkan sebesar Rp107.128 Miliar lebih. Namun, yang tercapai hanya sebesar Rp89.808 miliar lebih, sehingga berkurang 17.320 miliar lebih.
 
Begitu juga dengan pendapatan lain-lain yang sah, pendapatan itu ditargetkan sebesar Rp349.741 Miliar lebih, yang tercapai hanya sebesar Rp294.003 miliar lebih. Sedangkan terkait Silpa tahun anggaran sebelunya, dari prediksi awal Silpa akan didapat sebesar Rp263 Miliar lebih, ternyata Silpa hanya sebesar 116 miliar lebih.
 
Hanya saja, yang mengalami kenaikan yaitu, dana perimbangan, yakni dari Rp1,086 trilyun menjadi Rp1,091 trilyun, sehingga mengalami kenaikan lebih kurang sebesar Rp55 miliar lebih.
 
Sebelumnya, dari penyampaian RAPBD P tahun 2016 oleh wakil Bupati Inhu, HKhairizal, akibat pengurangan tersebut mempangaruhi BTL (Belanja Tidak Langsung). Rencana semula BTL sebesar Rp866.655 miliar lebih, teralisasi sebesar Rp798.767 miliar.
 
Bahkan, pengurangan yang sangat signifikan terjadi pada BL (Belanja Langsung). Dimana ini merupakan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. BL tersebut berkurang sebesar Rp151 miliar lebih. Bila dibandingkan dengan BTL yang merupakan untuk kepentingan pegawai dan para pejabat, kekurangannya sangat tidak seimbang, karena BTL hanya mengalami pengurangan sebesar Rp59 miliar saja.
 
Kendati demikian, mengingat waktu efektif yang tersisa kurang dari dua bulan, maka pengesahan APBD Perubahan Inhu itu terkesan hanya untuk melegalkan rasionalisasi yang terjadi.
 
Sebab, tidak mungkin rasanya kegiatan atau proyek pembangunan bisa dilaksanakan dengan sisa waktu yang ada, apa lagi proyek fisik yang harus mengikuti proses lelang.
 
Menjawab hal itu, Bupati Inhu H Yopi Arianto dalam pidatonya menyebutkan bahwa, sejauh ini pelaksanaan kegiatan di Inhu sudah terlaksana hingga 80 persen. "Saya berharap pada tahun depan akan ada perubahan dari tahun 2016 ini, ucap Yopi singkat.
 
 
grc/radarriaunet.com