Mantan Napi Boleh Ikut Pilkada dengan Syarat

Administrator - Sabtu,22 Oktober 2016 - 12:44:26 wib
Mantan Napi Boleh Ikut Pilkada dengan Syarat
Sosialisasi KPU Siak terkait UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. isc
RADARRIAUNET.COM - Saat ini pemerintah telah menerbitkan Perubahan Kedua atas Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Ada yang berbeda dengan Undang-Undang No 10 Tahun 2016, salah satunya yakni mantan narapidana diperbolehkan ikut dalam pencalonan pilkada. Syaratnya yang bersangkutan harus mengumumkan ke publik tentang status terpidana yang pernah dia sandang.
 
Namun demikian, ada tiga kategori mantan narapidana yang tetap tidak diperbolehkan untuk mengikuti pencalonan sebagai kepala daerah.
 
“Mantan napi yang berulang-ulang, kejahatan asusila dan mantan napi narkoba tidak diperbolehkan ikut dalam pencalonan pilkada,” ujar Komisioner KPU Siak Ahmad Rizal, di acara publikasi dan sosialisasi dengan insan pers terkait UU Pilkada di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak, Kamis (20/10/2016).
 
Selain itu UU ini juga menyebutkan, KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota menetapkan pasangan calon terpilih pada Pemilihan 1 (satu) pasangan calon, jika mendapatkan suara lebih dari 50% (lima puluh persen) dari suara sah.
 
Jika perolehan suara pasangan calon kurang dari sebagaimana dimaksud, pasangan calon yang kalah dalam Pemilihan boleh mencalonkan lagi dalam Pemilihan berikutnya. Pemilihan berikutnya sebagaimana dimaksud, diulang kembali pada tahun berikutnya atau dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dimuat dalam peraturan perundang-undangan.
 
 
isc/radarriaunet.com