Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di Kelurahan Kampung Dagang Rengat Jadi Petaka

Administrator - Jumat,21 Oktober 2016 - 11:47:28 wib
Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di Kelurahan Kampung Dagang Rengat Jadi Petaka
kondisi pagar rumah warga yang amblas. grc
RADARRIAUNET.COM -Proyek rehabilitasi saluran sekunder atau yang lebih dikenal dengan istilah proyek cuci parit yang ada di Jalan Azki Aris, Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau yang seharusnya memberikan dampak positif terhadap warga sekitar malah berubah menjadi petaka.
 
Bagaimana tidak, akibat proyek tersebut, pondasi pagar dan dinding rumah warga disekitar lokasi proyek mengalami keretakan, bahkan ada yang sudah roboh. Bahkan, akibat penggalian dasar saluran sekunder itu, dinding sebuah rumah sakit swasta 'Kasih Ibu' yang ada di sekitar lokasi proyek itu terancam ambruk.
 
"Bukannya membawa manfaat, proyek ini malah jadi petaka bagi kami. Dinding rumah kami retak, pagar roboh," ujar H Adek candra, warga sekitar yang jadi korban proyek tersebut, Rabu (19/10/2016).
 
Disebutkan Adek, jika dilihat dari dampak kegiatan itu, sepertinya pengerjaan proyek tidak sesuai dengan ketentuan dan kondisi di sekitar lokasi kegiatan itu. Ditambah lagi, konsultan pengawas dalam hal ini CV Aktual Mandiri, tidak pernah terlihat turun ke lokasi untuk memantau langsung kondisi proyek tersebut.
 
Anehnya lagi sambung Adek, lokasi proyek yang dikerjakan oleh CV Murni selaku kontraktor pelaksana itu, tidak sesuai dengan lokasi yang seharusnya. Di mana, pada plang proyek, tertera bahwa lokasi pekerjaan rehabilitasi saluran sekunder tersebut berada di Kelurahan Kampung Besar Kota.
 
Sementara yang saat ini mereka kerjakan adalah di Kelurahan Kampung Dagang. "Dengan demikian, pihaknya berharap kepada pihak terkait, baik itu pihak pemberi kerja dalam hal ini Dinas PU Inhu dan kontraktor pelaksana dapat bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan akibat pengerjaan proyek tersebut," pungkasnya tegas.
 
Dari pantauan lapangan, akibat proyek tersebut sedikitnya sekitar 50 M pagar rumah dan dinding rumah warga amblas akibat kegiatan itu.
 
 
grc/radarriaunet.com