Pos Di bongkar, Puluhan Buruh Angkut Menolak

Administrator - Jumat,21 Oktober 2016 - 09:12:26 wib
Pos Di bongkar, Puluhan Buruh Angkut Menolak
Pos yang ditertibkan Dishubkominfo Rohil.
RADARRIAUNET.COM - Setelah kegiatan pembongkaran 2 pos TPR Dinas Perhubungan Kominfo yang berada di Simpang Riset dan Kampung Lalang Bagan Batu oleh ‎pihak UPT Dishub Bagan Sinembah karena adanya instruksi dari Dinas Perhubungan Kabupaten  Rokan Hilir terjadi penolakan oleh para buruh.
 
"Pembongkaran itu karena ada instruksi secara lisan dari Pak Kadis melalui ‎Kabid Perhubungan Darat Susilo, jadi sebagai bawahan saya patuhi hal itu, memang sudah jadi kebiasaan dinas memberikan perintah seperti (lisan) itu, " demikian kata kepala UPTD Perhubungan Kominfo Bagan Sinembah, M Yusuf, Kamis (20/10/2016).
 
Dilanjutkan Yusuf ‎bahwa pasca pembongkaran Pos TPR tersebut, keesokan harinya 25 pekerja harian lepas yang sebelumnya memang bertugas pada 2 pos yang dibongkar menyampaikan protes kepada Kepala UPTD Dishub agar dibuka pos tersebut, namun secara tegas Kepala UPTD Dishub mengatakan bahwa pihaknya melarang pembukaan kembali pos TPS tersebut.
 
"Memang permasalahan ini cukup pelik karena mereka sudah belasan tahun bekerja di situ, ini sudah menyangkut ‎masalah periuk dan perut jadi saya tidak berbuat banyak, mereka meminta kepada saya untuk kembali dan saya larang. Tapi mereka bersikeras untuk membuka dan mereka mengatakan bahwa mereka yang akan bertanggung-jawab apabila terjadi sesuatu di belakang hari, makanya saya tegaskan kepada mereka bahwa saya sudah melarang untuk membuka Pos itu saya tidak ada menyuruh untuk membukanya," papar Yusuf.
 
A Sinaga, salah seorang pekerja harian lepas Dishub yang sudah ‎hampir 20 tahun bekerja sebagai sebagai pekerja harian lepas yang saban hari menjaga pos TPR di Bagan Batu ini mengaku keberatan dengan pembongkaran yang dilakukan oleh pihak Dishub sendiri. "Sejak tahun 1996 saya ‎sudah kerja di sini kalau ditutup ya kami keberatan karena kami banyak loh yang bekerja di sini 25 orang jadi kalau ini ditutup mau kerja di mana kami, ini masalah periuk loh," ujarnya.
 
Senada disampaikan J Manik yang menolak penutupan pos Dishub tempat di mana ia dan rekan-rekannya sesama pekerja harian lepas UPT Dishubkominfo Bagan Sinembah, "Saya keberatan kalau ini ditutup karena ini mata pencaharian kami, kalau dikatakan pungli apa dasarnya, karena kutipan retribusi itu kan disetorkan ke Dispenda," pungkasnya. 
 
 
Rusdy/radarriaunet.com