Dua Rumah di Kecamatan Gaung, Inhil Ludes Terbakar

Administrator - Rabu,19 Oktober 2016 - 11:06:00 wib
Dua Rumah di Kecamatan Gaung, Inhil Ludes Terbakar
Sebuah kebakaran di Gaung, Inhil telah menghanguskan dua unit rumah. rtc
RADARRIAUNET.COM - Gara-Gara Arang Tempurung Kelapa, Riauterkini-GAUNG-Dua unit rumah di RT 10/RW 03 Parit Balok, Dusun Sederhana, Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Selasa (18/10/16) sekira pukul 16.00 WIB ludes dilalap api. 
 
Kejadian kebakaran ini pertama kali diketahui Fitriadin saat sedang memperbaiki sampan motor/pompong miliknya di depan rumahnya yang berada di seberang parit rumah korban, lalu dia melihat kepulan asap yang berasal dari bagian dapur rumah korban H Wahab (67). 
 
Fitriadin kemudian mendekati rumah tersebut dan melihat bagian belakang rumah korban sudah terbakar. 
 
"Selanjutnya dia berteriak meminta pertolongan kepada warga lainnya dan secara bersama sama mereka mendobrak pintu rumah korban H Wahab untuk menyelamatkan harta benda milik korban dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya," ungkap Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas IPDA Heriman Putra, Selasa (18/10/16) malam. 
 
Namun upaya memadamkan kebakaran tersebut tidak berhasil, karena kobaran api yang sudah membesar menyebabkan warga tidak dapat menyelamatkan harta benda korban serta turut menghanguskan rumah korban Edi Uslian (38) yang letaknya berdekatan dengan rumah korban H Wahab (berjarak +/- 2 meter). 
 
Kedua bangunan rumah terbuat dari kayu hingga menyebabkan api dengan cepat menghanguskan bangunan kedua rumah tersebut. 
 
"Pada saat terjadinya kebakaran, rumah korban H Wahab ditinggalkan dalam keadaan kosong dikarenakan korban dan istrinya pergi bekerja di kebun," tambahnya. 
 
Demikian juga korban Edi Uslian juga sedang berada di kebun hanya meninggalkan isterinya seorang diri dirumah, namun saat terjadi kebakaran dia tidak menyadari rumahnya terbakar, namun dia dapat menyelamatkan diri. 
 
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 80.000.000. Diperkirakan, api berasal dari pembakaran batok/tempurung kelapa yang dipergunakan istri korban H Wahab untuk membuat arang yang masih menyala. 
 
"Menurut keterangan beberapa saksi mengatakan bahwa sekira pukul 10.00 WIB isteri korban H Wahab membakar batok/ tempurung kelapa dan diperkirakan saat arang masih menyala, istri korban sudah memasukkan dan menyimpan arang tersebut didalam rumah dan tanpa diketahuinya," jelas Heriman. 
 
Kemudian pukul 12.30 WIB, korban dan istrinya meninggalkan rumah untuk pergi kekebun, namun tanpa disangka, arang yang diperkirakan sudah padam kembali menyala hingga menyebabkan terjadinya kebakaran. 
 
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 17.30 WIB, namun kedua buah rumah sudah rata dilalap api.
 
 
rtc/radarriaunet.com