Begini Cara Membasmi Nyamuk Dengan Manfaatkan Barang Bekas

Administrator - Rabu,19 Oktober 2016 - 10:56:02 wib
Begini Cara Membasmi Nyamuk Dengan Manfaatkan Barang Bekas
Saat berlangsungnya kegiatan. rgc

RADARRIAUNET.COM - Saat ini di Kabupaten Kepulauan Meranti, ditemukan cara membasmi nyamuk unik, mudah dan ampuh. begini cara membasmi nyamuk di rumah dengan memanfaatkan barang bekas.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-61 sekaligus peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 yang jatuh pada 12 November 2016 mendatang.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr Misri Hasanto saat berbincang-bincang dengan awak media, di Kopitiam Jalan Diponegoro, Selatpanjang, Senin (17/10/2016) siang, mengungkapkan bahwa barang bekas yang akan digunakan yaitu barang sederhana yang mungkin sering dibuang begitu saja yaitu botol minuman mineral bekas.  Botol berbahan plastik yang sering diabaikan ini ternyata sangat bisa membantu mengatasi nyamuk.

Dijelaskan Dr Misri, untuk membuat jebakan nyamuk berupa Larvitrap itu hanya dibutuhkan botol plastik bekas minuman mineral ukuran 1.5 liter atau lebih. Isolasi/lakban, Plastik hitam atau kertas. Pisau pemotong (bisa berupa pisau Cutter) dan kain berlobang (saringan).

"Caranya, ambil botol bekas yang sudah disiapkan tadi kemudian potong menjadi dua pada sepertiga bagian atas. Bekas potongan botol yang berbentuk seperti corong jangan di buang, tetapi balik posisinya yang mengerucut berada di bekas potongan bagian bawah, namun sebelumnya lobang itu diikat dengan saringan terlebih dahulu, baru kemudian di isi air sekedarnya (tenggelamkan saringan), " jelas Dr Misri.

Sehingga dengan cara yang praktis ini akan mempermudah masyarakat dalam membasmi nyamuk, terutama di daerah perkampungan atau yang tinggal di perdesaan. "Cara ini lebih mudah dan praktis juga tanpa mengeluarkan biaya, kemudian tidak berbahaya karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia," ungkap Sekretaris Diskes Kepulauan Meranti itu.

Namun sebelumnya, Dr Misri juga menjelaskan bahwa harus dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah. Kegiatan tersebut merupakan tindakan pencegahan penyebaran demam berdarah yang dapat dilakukan secara mandiri.

Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Program PSN , yaitu: 1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain 2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan 3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

"Pemberantasan Sarang Nyamuk perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan," ujar Dr Misri.

Dr Misri juga mengungkapkan adapun advokasi dan koordinasi yakni Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Diskes, Disdikbud, Kemenag, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Perwakilan Selatpanjang, PMI Kepulauan Meranti, Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, dan Forum Komunikasi Kader Kesehatan.

"Kita himbau kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan ini. Karena kegiatan ini butuh dukungan dan kerjasama dari pihak terkait terutama masyarakat itu sendiri," harapnya.

Diakui Misri pula, sejauh ini mulai dilakukan sosialisasi terkait pemberantasan nyamuk dengan memanfaatkan barang bekas tersebut ke sekolah-sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti. "Tadi kita telah melakukan sosialisasi ini di SMA Negeri 1 Tebingtinggi, dan sambutan para siswa sangat luar biasa. Selanjutnya juga akan kita sosialisasikan ke sekolah-sekolah yang lain nantinya," akunya.

Untuk diketahui, Rencana pencanangan kegiatan tersebut akan di gelar di Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Selatpanjang, 12 November 2016 Mendatang.


rgc/fn/radarriaunet.com