DPRD Kepulauan Meranti Pesimis Pengerjaan Jalan Lintas Alai-Mengkikip Bisa Selesai Tahun Ini

Administrator - Selasa,18 Oktober 2016 - 10:21:55 wib
DPRD Kepulauan Meranti Pesimis Pengerjaan Jalan Lintas Alai-Mengkikip Bisa Selesai Tahun Ini
Dinas PU Kepulauan Meranti saat meninjau Jalan Lintas Alai-Mengkikip. gor

RADARRIAUNET.COM - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti pesimis pengerjaan jalan lintas Alai-Mengkikip selesai tahun ini. Pasalnya, meski sudah ada pemenangnya, hingga pertengahan Oktober 2016 pengerjaan jalan lintas yang membuka isolasi Kota Sagu tak kunjung dikerjakan.

Hal itu diakui Asmawi, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, ketika ditemui usai Salat Jumat di Dorak Selatpanjang. Kata Asmawi, belum lama ini mereka menanyakan perihal pengerjaan jalan lintas Alai-Mengkikip kepada Dinas PU Kepulauan Meranti.

Berdasarkan jawaban dari PU, kata Asmawi pula, baru akan dilakukan survei untuk meletakkan material pembangunan jalan lintas itu. "Kalau baru hendak survei tempat meletak material, buat apa. Kita pesimis pekerjaan itu tuntas tahun ini," ujar Asmawi, Jumat (14/10/2016).

"Kita minta Dinas PU menggesa pembangunan tersebut. Kan sudah ada pemenangannya, minta perusahaan itu langsung bekerja," tambah Asmawi lagi.

Ditambahkan Ketua Komisi B Dedi Putra SHi, mereka kembali akan memanggil hearing Dinas PU Kepulauan Meranti. Mereka ingin meminta ketegasan Dinas PU atas beberapa pembangunan yang sudah dilelang dan ada pemenangnya namun belum dikerjakan.

Jauh sebelum ini, Kepala Dinas PU Kepulauan Meranti, Ardhahni, mengatakan setidaknya masih tersisa sekitar 10 KM jalan lintasitu yang  belum dibangun. Tahun 2016 ini telah dianggarkan sisa 10 KM tersebut sebesar lebih kurang Rp50 miliar.

Namun, diakui Ardhahni pula, ada sekitar 4 KM yang kontur tanahnya sangat labil. Hal ini memerlukan teknik yang sangat tepat agar pembangunan jalan tersebut maksimal fungsinya. Ardhahni mengungkapkan, mereka telah melakukan penelitian tentang kontur tanah yang labil itu bekerjasama dengan tim ahli dari Unri dan akan mencoba menggunakan teknik kaki seribu dan geogrid.

"Untuk mengatasi titik sangat lemah sekitar 4 KM itu, kita menggunakan teknik kaki seribu dan geogrid. Bodi jalan akan kita tinggikan sekitar 1.5 meter, nantinya juga akan dikombinasikan dengan pembangunan drainase. Sama-sama kita berdoa agar tahun ini jalan tersebut bisa berfungsi sebagimana diharapkan," ujar Ardhahni.


gor/fn/radarriaunet.com