9 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan di Meranti

Administrator - Senin,17 Oktober 2016 - 11:20:39 wib
9 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan di Meranti
Saat pemusnahan 9 ton bawang ilegal di TPA Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau. gor

RADARRIAUNET.COM - Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah (Ditpolair Polda) Riau memusnahkan 9 ton bawang merah India illegal hasil tangkapan Ditpolair Polda Riau.

Pemusnahan dilakukan di TPA Desa Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti dengan cara dibakar oleh anggota Ditpolair Polda Riau dan Balai Karantina Pertanian (BKP) Wilayah kerja Selatpanjang, Jumat (14/10).

Sebelumnya penangkapan bawang ini dilakukan oleh Dit Polair Minggu (9/10/2016) di Perairan Kuala Kampar, Pelalawan, dimana pada saat itu Kapal patroli Pol IV 2010 Ditpolair Polda Riau sedang melakukan patroli laut rutin.

Dalam penangkapan itu polisi berhasil menyita 1.000 karung atau sembilan ton bawang, dimana masing-masing karung memiliki berat 9 Kg merah dari Malaysia siap edar dari kapal motor Sari Jaya yang rencananya akan dibongkar melalui pelabuhan Tanjung Bilik, Pelalawan.

Dari tangkapan itu polisi menetapkan satu orang tersangka yakni Anwar sebagai nakhoda kapal, sedangkan pemilik bawang sedang dilakukan pengejaran. Saat dilakukan pemeriksaan, sang nakhoda kapal berusia 40 tahun itu tidak dapat menunjukkan dokumen resmi dari balai karantina Indonesia.

Anwar yang langsung ditetapkan sebagai tersangka penyelundupan dijerat dengan tindak pidana pelanggaran Undang Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Penyidik pembantu Satpolair Polda Riau,Brigadir Abbas ketika ditemui mengatakan setelah ditangkap, kapal bawang tersebut dibawa ke pelabuhan terdekat,yakni pelabuhan Tanjung Samak, karena tidak memiliki tempat penyimpanan, bawang tersebut dibawa ke Selatpanjang Selasa (11/10/2016) dan dititipkan ke gudang bawang milik H Dodon Jalan Jawi Jawi selama tiga hari. Pada jumat (14/10/2016) pagi bawang tersebut dibawa ke TPA gogok menggunakan truk untuk dilakukan pemusnahan mengingat bawang tersebut dalam kondisi tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

"Setelah berkoordinasi ke Karantina di Pekanbaru,maka pemusnahan bawang ini dilakukan di Selatpanjang, mengingat sudah banyak yang busuk, karena di Pelalawan tidak memiliki Badan Karantina," kata Abbas.


gor/fn/radarriaunet.com