Titik Api di KHDTK Bukit Suligi Rohul Padam, Balai Diklat Lakukan Pemulihan

Administrator - Senin,17 Oktober 2016 - 10:12:52 wib
Titik Api di KHDTK Bukit Suligi Rohul Padam, Balai Diklat Lakukan Pemulihan
ilustrasi. lipi
RADARRIAUNET.COM - Titik api Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Suligi di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah padam.
 
Lebih dari satu pekan KHDTK Bukit Suligi yang dilindungi negara hangus terbakar. Diduga, kebakaran diduga disengaja, pasalnya Tim Satgas Penanganan Karlahut Rohul menemukan alat panen di lokasi.
 
Petugas Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pekanbaru, Marwoto, mengatakan kebakaran di kawasan hutan dilindungi sudah sejak Kamis (13/10/16) lalu. Selain berkat kerja keras Tim Satgas Penanganan Karlahut Rohul, curah hujan juga ikut membantu.
 
Marwoto mengungkapkan kebakaran di KHDTK Bukit Suligi bukan tahun ini saja. Pada 2009 silam, kawasan ini juga pernah terbakar, dimana ada hutan skunder di sana. Tanaman baru yang baru dibangun 2006 hangus terbakar, termasuk ladang masyarakat.
 
Upaya pemulihan kembali KHDTK Bukit Suligi, Balai Diklat Pekanbaru melakukan penanaman pohon kehutanan kembali atau reboisasi melibatkan instansi terkait dan instansi pendidikan, seperti melibatkan mahasiswa Universitas Islam Riau atau UIR, mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian atau UPP yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata atau KKN atau Kunkerta.
 
Demikian juga siswa SMK Tualang Perawang Kabupaten Siak yang sedang melaksanakan magang dilibatkan oleh Balai Diklat untuk melaksanakan penghijauan KHDTK Bukit Suligi.
 
"Mereka setiap tahun memagangkan siswanya ke kita (SMK Tualang). Selain mereka belajar kehutanan, mereka kita ajak melakukan penanaman," ujar Marwoto kepada awak media, Minggu (16/10/16).
 
Untuk bibit sendiri ada dari Balai Diklat, dan bantuan dari Bapedas Hutan Lindung Indragiri Rokan sebanyak 12 ribu, dan 12 ribu bibit dibantu PT. Arara Abadi.
 
"Kami juga mencari benih-benih untuk suplay kebutuhan. Kalau sudah musim penghujan baru dilakukan penanaman," terang Marwoto.
 
Ia menambahkan, di KHDTK Bukit Suligi sebenarnya ada 9 embung atau kolam penampungan air. Namun, di saat musim kemarau air di embung dipakai masyarakat.
 
Mengantisipasi kekurangan air, Balai Diklat sedang mengkaji ulang pembuatan sumur bor yang akan dibuat di beberapa titik di Bukit Suligi. Namun, rencana ini masih tahap diskusi, sebab anggaran pihak balai tidak memungkinkan.
 
 
rtc/radarriaunet.com