Ratusan Warga Padati Masjid Ar Rahmah Desa Banglas

Administrator - Sabtu,15 Oktober 2016 - 11:02:04 wib
Ratusan Warga Padati Masjid Ar Rahmah Desa Banglas
Saat berlangsungnya kegiatan di Masjid Ar Rahmah Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti. rgc

RADARRIAUNET.COM - Sedikitnya ratusan warga Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti padati Masjid Al Rahmah dalam rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah sekaligus perayaan Asyura atau 10 Muharram, Selasa (11/10) malam.

Panitia menyediakan ratusan bungkus nasi asyura bagi jamaah yang hadir. Tersedianya nasi asyura dengan warna kekuning-kuningan dan bau yang khas wanginya memang menjadi ciri khas Desa Banglas. Bahkan Kepala Desa Banglas Syamsurizal berencana menjadikan nasi asyura sebagai ikon kuliner di desanya.

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Drs H Irwan MSi dan Wakil Bupati Drs H Said Hasyim. Tampak hadir pula Wakil Ketua DPRD Muzamil dan sejumlah anggota DPRD serta para pejabat di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti. Pemkab mendatangkan penceramah kondang dari Batam H Muhammad Chandra Yunus untuk mengisi tausiah Muharram tersebut.

Sebelum tausiyah, Bupati Irwan sempat mengutarakan alasan memilih Masjid Ar Rahmah sebagai pusat kegiatan hari besar Islam sempena tahun baru Hijriyah tersebut.

"Seperti kita lihat masjid ini masih dalam tahap pembangunan. Pemda memang sudah membantu namun belum mencukupi. Saya mengajak seluruh jamaah yang hadir membeli tiket syurga dengan menyumbang untuk pembangunan masjid ini," ungkap Bupati saat memberikan sambutan.

Bahkan Bupati Irwan langsung mengomandoi pemungutan sumbangan. Dia minta pengurus menjalankan kotak sumbangan sembari meminta anggota DPRD Eddy Masyudi melantunkan shalawat saat kotak amal dijalankan kepada jamaah.

"Khusus kepala SKPD saya minta memberi sumbangan minimal satu juta rupiah. Kalau tidak bisa malam ini, besok minta panitia datang," ungkap Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati mengucapkan selamat tahun baru hijrah kepada seluruh masyarakat Kepulauan Meranti terutama jamaah Masjid Ar Rahmah. Dia mengajak seluruh jamaah memaknai hijrah dengan mengerjakan sesuatu untuk hari esok yang lebih baik.

"Kalau hari ini sama dengan hari kemarin itu bermakna kita rugi. Kalau hari esok lebih jelek dari hari ini itu tandanya kita celaka. Hijrah itu adalah kerja keras menuju hari depan yang lebih baik," tegas Bupati.

Sementara itu Ustad Muhammad Chandra tampil dengan gaya khasnya yang mengocok perut jamaah. Bahkan berkali-kali dia mengajak jamaah bernyanyi dan bershalawat. Tidak ketinggalan pantun Melayu yang menjadi ciri khas penceramah dari Batam tersebut.

"Suatu negeri akan maju bila pemimpin dan masyarakatnya beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Kalau suatu negeri meninggalkan tuntunan illahi maka akan jauh dari keberkahan sehingga terancam musibah," ungkapnya.

Menurutnya, hijrah menuntun umat untuk introspeksi diri. Jangan sampai tahun berubah namun semangat, perilaku dan sikap kita tidak berubah menjadi lebih baik.

"Kita harus optimistis dalam usaha untuk berbuat baik seperti ungkapan Nabi Musa ketika dikejar balatentara Firaun. Musa menegaskan sekali-kali tidak akan terkejar karena Allah bersama kita," ujarnya.


rgc/fn/radarriaunet.com