Dokter Hewan Cilik Binaan DPPKP Meranti Ikut Menjelaskan Bahaya Rabies

Administrator - Jumat,14 Oktober 2016 - 11:02:03 wib
Dokter Hewan Cilik Binaan DPPKP Meranti Ikut Menjelaskan Bahaya Rabies
Dokter Hewan Cilik binaan DPPKP Kepulauan Meranti. gor

RADARRIAUNET.COM - Ada yang unik pada hari peringatan bahaya rabies se-dunia tingkat Provinsi Riau di Selatpanjang, Kamis (13/10/2016). Ada belasan dokter hewan cilik binaan Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti ikut menjelaskan tentang penyakit rabies.

Waktu itu, belasan dokter cilik menjelaskan tentang bahaya penyakit rabies. Mereka juga menjelaskan cara menjauhi bahaya penyakit yang ditularkan melalui cakaran, air liur, dan gigitan hewan seperti anjing, kucing dan monyet.

Kemudian, dijelaskan juga apa yang harus terlebih dahulu dilakukan andai terkena gigitan binatang berpotensi menularkan virus rabies ini. Mereka pun menjelaskan bagaimana cara kontak langsung dengan hewan yang berbahaya seperti anjing.

Usai menjelaskan itu, semua yang hadir dapat kesempatan memberikan pertanyaan seputar penyakit rabies. Pertanyaan demi pertanyaan dari peserta seperti Bupati H Irwan MSi, Kapolres AKBP Barliansyah SIk, Dinas Peternakan Askardiya R Patrianov dan beberapa lainnya dijawab langsung oleh dokter cilik.

Kepala DPPKP Kepulauan Meranti Yulian Norwis mengatakan dokter hewan cilik itu dibina langsung dinas dan diambil dari 15 SD se Kepulauan Meranti. "Mereka baru kita bentuk dua minggu lalu. Kalau pengetahuan tentang rabies ini telah diajarkan sejak lama," ujar Yulian Norwis.

Sebelumnya, Kepala Peternakan Provinsi Riau Askardiya menjelaskan di dunia setiap 10 menit, satu orang meninggal karena rabies. Untuk di Riau, tinggal Kabupaten Kepulauan Meranti yang statusnya daerah bebas rabies. Target mereka selanjutnya adalah daerah pulau yang lain, yaitu Kabupaten Bengkalis.

Dalam kegiatan hari itu, telah dilakukan berbagai langkah penanggulangan rabies. Mulai dari vaksinasi gratis terhadap hewan peliharaan, sterilisasi, pelayanan dan konsultasi, pengobatan, hingga edukasi rabies.

Ini semua bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rabies, meningkatkan partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pencegahan dan pengendalian rabies. Untuk mensukseskan ini semua, masyarakat dituntut bertanggungjawab atas hewan peliharaannya.

"Penyakit ini menyerang syaraf pusat, 95 persen rabies ini ditularkan melalui hewan," kata Kadis Peternakan Riau Askardiya R Patrianov dalam sambutannya.


gor/fn/radarriaunet.com