Diduga Salah Penanganan, Jempol Pasien RSUD Inhu Membusuk

Administrator - Jumat,14 Oktober 2016 - 10:07:27 wib
Diduga Salah Penanganan, Jempol Pasien RSUD Inhu Membusuk
ilustrasi. daftartempat
RADARRIAUNET.COM - Seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), merasa menjadi korban salah prosedur penanganan dalam tindakan medis yang dilakukan rumah sakit milik Pemkab Inhu, hingga mengakibatkan jempol kaki kirinya membusuk. 
 
Tudingan salah prosedur penanganan tindakan medis yang dilakukan RSUD Indrasari Inhu ini disampaikan pasien Krismi Vera (53) melalui putranya bernama Ronal, Rabu (12/10/16) mengatakan, jempol kaki kiri ibunya membusuk setelah dilakukanya operasi pemasangan pen tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada keluarga pasien. 
 
"Dua hari pasca operasi keluarga baru mengetahui ada pemasangan pen setelah melihat adanya besi pen yang keluar dari ujung jari jempol kaki ibu saya. Ada logam yang keluar dari jempol kaki ibu saya setelah operasi, saat itulah saya baru sadar bahwa ada pemasangan pen," ujarnya. 
 
Padahal saat ibunya masuk RSUD Indrasari pasca mengalami tabrakan pada hari Kamis (6/10), pihak RSUD Indrasari menjelaskan bahwa ibunya harus masuk ruang operasi untuk menjalani amputasi pada jempol kaki kirinya. 
 
"Saat itu pihak keluarga menyetujui jempol kaki ibu saya diamputasi dengan menandatangani berkas yang diperlukan. Namun ketika ibu sudah berada di ruang operasi, pihak rumah sakit kembali menyodorkan berkas untuk ditandatangani kepada adik saya tanpa sepengetahuan saya dan tanpa menjelaskan isi berkas tersebut," ungkapnya. 
 
Ditambahkan Ronal, dirinya telah menanyakan kepada pihak RSUD Indrasari terkait pemasangan pen di jempol kaki ibunya. Pihak RSUD Indrasari membenarkan bahwa pen tersebut dipasang saat operasi. Namun kemudian pen tersebut dikeluarkan kembali oleh pihak RSUD Indrasari dari jempol kaki Krismi. 
 
"Justru pasca pelepasan pen, jempol kaki kiri ibu saya malah menghitam dan membusuk, pihak keluarga meminta RSUD Indrasari untuk mengecek ulang kondisi ibu. Setelah dicek ulang kok pihak RSUD Indrasari malah menyarankan agar dilakukan amputasi," jelasnya. 
 
Sementara itu dihubungi terpisah Kasi Pelayanan RSUD Indrasari Inhu, Ibrahim menjelaskan bahwa sesuai prosedur harusnya setiap tindakan yang dilakukan oleh pihak RSUD Indrasari harus melalui konfirmasi dengan pihak keluarga. Terkait persoalan yang dialami Krismi, Ibrahim memastikan bahwa sudah ada konfirmasi sebelumnya dengan keluarga Krismi. 
 
"Sudah ada konfirmasi dengan pihak keluarga sebelum operasi dilakukan," tandasnya. 
 
 
rtc/radarriaunet.com