Tak Ada Pesta Rakyat di HUT ke-17, Ketua DPRD Rohul: Kita Sedang Mengencangkan Ikat Pinggang

Administrator - Kamis,13 Oktober 2016 - 11:07:02 wib
Tak Ada Pesta Rakyat di HUT ke-17, Ketua DPRD Rohul: Kita Sedang Mengencangkan Ikat Pinggang
Tak ada pesta rakyat tahun ini, sempena perayaan HUT ke-17 Rokan Hulu. Semua sedang mengencangkan ikat pinggang. rtc
RADARRIAUNET.COM - Banyak masyarakat menilai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, Pesta Rakyat yang dirindukan masyarakat tidak dilaksanakan tahun ini.
 
Menanggapi ini, Ketua DPRD Kabupaten Rohul Kelmi Amri SH mengakui memang di satu sisi masyarakat menginginkan Pesta Rakyat, namun di sisi lain ada yang protes.
 
"Namun dengan kondisi kita yang saat ini sedang 'mengencangkan ikat pinggang', tidak elok bila kita menggelar Pesta Rakyat," ujar Kelmi usai upacara HUT ke-17 Kabupaten Rohul di lapangan Kantor Bupati di Kota Pasirpangaraian, Rabu (12/10/16).
 
Karena anggaran minim, maka peringatan HUT ke-17 Kabupaten Rohul cukup digelar acara seremonial upacara, dan Paripurna Istimewa di Kantor DPRD Rohul.
 
"Ini menandakan inilah saatnya kita mengevaluasi secara menyeluruh tentang perjalanan Rokan Hulu yang sudah berusia 17 tahun," jelas Kelmi.
 
Ditanya mengapa peringatan hari jadi Kabupaten Rohul tidak semeriah di daerah lain, sampai promosi di televisi nasional, Kelmi menerangkan peringatan dilaksanakan sederhana karena faktor kondisi keuangan daerah.
 
"Ya ini memang dipengaruhi faktor kondisi keuangan kita yang sangat-sangat mengkhawatirkan. Jadi kita tidak ingin nanti ada kesan di tengah masyarakat kita berfoya-foya di tengah kondisi likuiditas (defisit) yang cukup memprihatinkan," ungkap Kelmi.
 
Mantan Ketua KNPI Rohul ini mengakui pemerintah hari ini sedang berfikir melakukan penghematan yaang luar biasa. Dari itu peringatan hari jadi Kabupaten Rohul digelar secara sederhana.
 
"Dan saya kira wujud dari pada upaya penghematan kita tidak lagi merayakan HUT Rohul secara berlebih-lebihan," tuturnya.
 
Menurut Kelmi, usia 17 tahun merupakan perjalanan yang sudah cukup panjang, apalagi sudah banyak sisi-sisi pembangunan dilakukan oleh Pemkab Rohul.
 
Diakuinya, lebih terpenting adalah dari setiap persoalan yang sedang dihadapi selama 17 tahun harus diuraikan satu persatu, soal kemiskinan, pengangguran, maupun cita-cita dalam memperpendek pelayanan administrasi dan kependudukan (Adminduk) harus diimplementasikan dan harus dinikmati oleh masyarakat.
 
Ditanya apa saja yang belum tercapai di usia 17 Kabupaten Rohul, Politisi Partai Demokrat ini mengakui banyak hal yang belum tercapai, seperti sektor infrastruktur dan pelayanan Adminduk yang masih cukup mendapatkan perhatian serius dari masyarakat dan masih banyak kendala.
 
"Untuk itu harus ada terobosan dalam memperpendek pelayanan Adminduk agar tercapai cita-cita yang diinginkan, termasuk insfrastruktur pembangunan pendidikan dan kesehatan yang memprihatinkan harus bisa dijawab lima tahun ke depan," pungkas Kelmi Amri yang merupakan putra asli Mahato.
 
 
rtc/radarriaunet.com