Pemkab Rohil Lakukan IB, Dongkrak Populasi Sapi

Administrator - Kamis,13 Oktober 2016 - 09:59:37 wib
Pemkab Rohil Lakukan IB, Dongkrak Populasi Sapi
Seorang Petugas Melakukan Kegiatan Inseminasi Buatan di Salah Satu Lokasi Peternakan di Rohil.
RADARRIAUNET.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Distanak Rohil berupaya memaksimalkan produktifitas ternak sapi dengan menerapkan teknologi Inseminasi Buatan (IB), yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak di daerah itu.
         
"Teknologi IB ini merupakan prosedur sederhana dan murah untuk mengatasi masalah ketidaksuburan pada hewan. IB juga telah menjadi salah satu teknik terbaik untuk melakukan meliorasi genetik hewan ternak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Rokan Hilir Ir Muslim, Selasa (11/10) di Bagansiapiapi kemarin.
 
Ia memaparkan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan bantuan teknologi IB ini di antaranya ialah meningkatkan mutu genetik sapi lokal, mengatasi masalah kekurangan pejantan unggul, mengurangi penyebaran penyakit kelamin serta peternak bisa memilih jenis keturunan sapinya.
         
"Selain itu IB juga dapat meningkatkan jumlah produktifitas sapi untuk memiliki banyak keturunan," ucapnya.
         
Ia mengungkapkan potensi ternak terutama untuk sapi di Kabupaten Rokan Hilir sangatlah besar, ditambah lagi dengan sistem pemeliharaan unik yang digunakan oleh peternak setempat. 
 
"Peternak menggunakan sistem kelapa sawit dan sapi yang artinya perpaduan antara peternak sapi dan pekebun kelapa sawit," ujarnya.
         
Dengan begitu, lanjutnya, banyak manfaat yang didapatkan di antaranya kotoran sapi dapat menjadi pupuk kemudian hasil kebun sawit juga secara tidak langsung akan subur dan meningkatkan hasil produksinya.
         
"Peternak sapi di Rohil ini cukup banyak dan  berada di beberapa kecamatan sepreti Rimba Melintang dan Bagansinembah," katanya. 
 
Ia memaparkan, Inseminasi Buatan adalah pemasukan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina dengan menggunakan alat-alat buatan manusia, jadi bukan secara alam. Dalam praktek prosedur IB tidak hanya meliputi deposisi atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina. 
 
"Tetapi juga tak lain mencakup seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengangkutan semen, Inseminasi, pencatatan dan juga penentuan hasil inseminasi pada hewan betina, bimbingan dan penyuluhan pada ternak," katanya.
 
Manfaat Inseminasi Buatan juga bergam dan bisa mendongkarng populasi sapi dan hal ini dibenarkan oleh pemerintah. 
 
Manfatat itu di antaranya, efisiensi waktu, dimana untuk mengawinkan sapi peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
 
Efisiensi biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
 
Memperbaiki kualitas sapi, dengan adanya inseminasi buatan sapi lokal sekalipun dapat menghasilkan anak sapi unggul seperti Simmental, limousine dan charolise.
 
Sementara itu keuntungan Inseminasi Buatan sangatah banyak dan juga menjamin kalu sapi bisa lebih aman dari berbagai penularan penyakit. "Menghemat biaya pemeliharaan ternak pejantan, Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik, Mencegah terjadinya inbreeding,'' papar Muslim.
 
Dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati, menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar. Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.
 
Bulan Agustus lalu ratusan ekor sapi juga sudah dilakukan IB dan langsung ikut memasang IB Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno serta Kadistanak Rohil ir Muslim di berbagai Kecamatan di Rokan Hilir. 
 
 
Rusdy/radarriaunet.com