Meranti Bantah Pernyataan Tim Seleksi MTQ XXXV Riau, Berikut Penjelasannya

Administrator - Selasa,11 Oktober 2016 - 14:31:42 wib
Meranti Bantah Pernyataan Tim Seleksi MTQ XXXV Riau, Berikut Penjelasannya
Saat konferensi pers terkait pernyataan dari Tim Seleksi MTQ XXXV Riau tahun 2016 di Pekanbaru. gor
RADARRIAUNET.COM - Dalam pernyataan resminya, panitia MTQ XXXV Riau menuding Kabupaten Kepulauan Meranti sengaja mengulur waktu sehingga berakibat diskualifikasi terhadap 6 peserta. Pernyataan panitia itu, langsung dibantah oleh pihak LPTQ Kepulauan Meranti.
 
Hal itu diakui Sekretaris LPTQ Kepulauan Meranti Zulkhairil, Senin (10/10/2016). Waktu itu LPTQ Kepulauan Meranti bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim.
 
Kata Zulkhairil, padahal pihaknya telah berupaya secat mungkin memasukan berkas seluruh peserta. Ia membantah pernyataan panitia.
 
Diceritakan Zulkhairil, Kamis (21/9/2016) Kabupaten Kepulauan Meranti menutup secara resmi MTQ tingkat kabupaten. Jumat (22/9/2016) pihak LPTQ baru mulai mengumpulkan dan melengkapi data seluruh peserta bersama pihak Kemenag untuk diserahkan pada panitia MTQ Provinsi Riau.
 
Oleh karena, Jumat waktu kerja singkat, tanggal 23 merupakan hari Sabtu dan 24 hari Minggu (libur, red) proses pengumpulan dan melengkapi data terkendala.
 
Hari Senin tanggal 24 September 2016 barulah mereka berangsur untuk menyelesaikan segala kekurangan. Lalu, 25 September 2016 pengurus LPTQ Meranti menemukan kekurangan data para qari dan Qoriah.
 
"Banyak ditemui data yang tak lengkap dan mereka (peserta, red) berada di seberang Kecamatan Merbau, jika dikaji dengan jarak yang cukup jauh ini, perlu satu hari untuk memperbaiki satu kesalahan saja," kata Zul.
 
Kemudian tanggal 26 September 2016 saat berkoordinasi dengan Panitia MTQ XXXV Provinsi Riau melalui telepon, LPTQ Meranti dapat dispensasi batas waktu penutupan aplikasi pendaftaran hingga 30 September 2016.
 
Sejak saat itu pihak LPTQ Meranti, bekerja tanpa henti untuk melengkapi semua syarat administrasi untuk dikirimkan melalui sistem Online. Alhasil, tanggal 30 September 2016 tepatnya jam 10 pagi, sistem online menerima semua data qari dan Qoriah Meranti yang berjumlah sebanyak 35 orang.
 
"Karena semua data masuk dan diterima oleh sistem, kami merasa entry data sudah tak ada masalah, Meranti berada diposisi aman," paparnya.
 
Namun tanggal 3 Oktober 2016, usai teknikal meeting, secara mendadak mendapat konfirmasi dari panita sebanyak 6 orang peserta Meranti terkena diskwalifikasi. Mendapat kabar tersebut, pihak LPTQ Meranti langsung melakukan koordinasi intens dengan panitia MTQ Provinsi Riau.
 
"Kita melakukan pendekatan dengan menjelaskan semua duduk persoalannya termasuk mempertanyakan kenapa anak-anak asli Meranti terkena diskualifikasi," terang Zul.
 
Ketika itu diketahuilah alasan diskualifikasi karena peserta Meranti tersebut tidak mengantongi e-KTP dan ada yang terdata pernah berlomba untuk provinsi lain. "Tidak punya e-KTP dan pernah berlomba untuk provinsi lain tapi asli Meranti harusnya bisa ditolerir oleh panitia namun nyatanya tidak, dan hingga detik terakhir kita masih bertanya kepada panitia apakah keenam orang ini masih busa diikutkan, namun jawaban tetap sama mereka didiskualifikasi," jelas Zulkharil.
 
Mendengar keputusan panitia itu sudah mutlak, pihak LPTQ Meranti dan para qari Qoriah Meranti sangat kecewa, akhirnya disepakati jika satu tidak bisa ikut bertanding maka semua tidak bertanding. "LPTQ berprinsip satu tak ikut, tak ikut semua dan keputusan itu bukan keputusan LPTQ tapi solidaritas dan seluruh qari dan Qoriah lainnya," pungkas Zul.
 
Berkaca dari peristiwa ini Zulkhairil berharap, andai pun sistem online ini akan diterapkan tahun depan hendaknya sistem online yang baru pertama kali diterapkan pada MTQ Provinsi Riau ini dapat dievaluasi agar tidak terlalu kaku yang justru bisa merugikan Riau sendiri.
 
"Harusnya panitia jangan sepenuhnya tergantung kepada sistem, sistem juga buatan manusia yang pasti memiliki kekurangan dan kelemahan, saat ini kita masih bersyukur masih banyak anak-anak di desa yang masih bersemangat mendalami Al-Quran dan mengukir prestasi gemilang, jika mereka terganjal lantas kecewa parahnya lagi sampai mental terpukul yang rugikan Riau juga," harapnya.
 
Terkait keputusan LPTQ Kabupaten Meranti mengambil sikap mundur dalam ajang MTQ Ke-XXXV Tingkat Provinsi Riau Pekanbaru 2016, melalui media ini menyatakan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada Gubernur, masyarakat Riau khususnya yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Keputusan berat ini diambil bukanlah keinginan sepihak dari LPTQ, tetapi disebabkan oleh suatu keputusan yang memaksa LPTQ, para tokoh dan peserta sendiri untuk mengambil langkah tersebut dan berharap semua pihak terkait dapat mengambil hikmahnya. "Kami dari LPTQ memohon maaf kepada Gubernur Riau, masyarakat Riau khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti, semoga dengan ini semua dapat mengambil hikmahnya," papar Ketua LPTQ Meranti H T Akhrial.
 
 
gor/fn/radarriaunet.com