BRG Sosialisasikan Restorasi Lahan Gambut Tahun 2016 di Meranti

Administrator - Selasa,11 Oktober 2016 - 11:39:27 wib
BRG Sosialisasikan Restorasi Lahan Gambut Tahun 2016 di Meranti
Saat berlangsungnya kegiatan di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti. rgc
RADARRIAUNET.COM – Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan sosialisasi restorasi lahan gambut tahun 2016 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (6/10/2016) di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak Selatpanjang.
 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim menyempatkan hadir sekaligus membuka secara resmi sosialisasi restorasi lahan gambut tahun 2016 itu. Turut hadir, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) Myrna A. Safitri, Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) Finauly H, Sri Lasmi dan Suwandi, Perwakilan BRG Provinsi Riau Ashaluddin Jalil, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Mamun Murod, Kepala DPPKP Yulian Norwis, Kepala BAPPEDA M Azza Faroni, Kadis Perikanan dan Kelautan Askandar, Para Camat atau perwakilan, Kades se Kabupaten Meranti dan para undangan lainnya.
 
Dalam Sambutannya, Wabup H. Said Hasyim menyampaikan atas nama Pemkab Meranti mengucapkan selamat datang kepada Deputi III Badan Restorasi Gambut (BRG) Myrna A. Safitri beserta rombongan dari Jakarta ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. 
 
"Semoga dengan pertemuan ini lebih kita tingkatkan silaturahmi. Yang jelas, Kedatangan mereka tujuannya untuk mensosialisasikan tentang restorasi lahan gambut untuk tanah gambut di meranti ini dan juga mereka terjun kelapangan nantinya melihat kondisi dan situasi tanah gambut di Meranti untuk ditanamkan Sagu, sekat kanal dan sumur bor," ujar Said.
 
Dilanjut Said Hasyim, di daerah Meranti ini mempunyai tanah gambut terbesar di Indonesia dibandingkan di daerah Provinsi Kalimantan sana. Dan tentu harapan kita bersama hindari dari apa itu masalah, tapi namanya kehidupan tetap ada masalah. Semoga masalah lahan gambut di Meranti ini bisa teratasi dengan baik dan semoga Badan Restorasi Gambut ini bisa mengatasi Karlahut dan banjir di wilayah Kabupaten Meranti.
 
Memang diakuinya, tanah gambut yang ada di Kabupaten Meranti itu perlu di buat sekat kanal, sumur bor dan kalau bisa selain sagu ditatam ada lagi yang terbaik yakni bibit kayu geronggang, bibit kayu meranti dan bibit kayu punak agar kedepannya Kabupaten Meranti punya potensi yang kaya akan kayu dan sagu di seluruh Indonesia dan harganya sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat.
 
"Oleh sebab itu, kita tidak mau menyalahkan antara satu dengan lainnya dengan ini merupakan program pemerintah yang terpenting masyarakat bisa sejahtera dan kehidupannya terasa nyaman, mari kita resapi dan pahami tentang restorasi lahan gambut ini apakah cocok untuk di Kabupaten Meranti ini," paparnya.
 
Kendati demikian, Wabup berharap semoga program restorasi lahan gambut ini membawa ekosistem diwilayah Kabupaten Meranti menjadi membaik dan dapat berkembang seperti biasanya dan yang terpenting kesejahteraan masyarakat itu yang kita jaga kalau program ini cocok tolong di sosialisasikan dengan sebaik mungkin.
 
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG), Myrna A. Safitri mengatakan kami datang ke Kabupaten Meranti untuk berdialog, minta masukan dan pengarahan tentang tanah gambut di Meranti ini yang tahukan bapak-bapak atau masyarakat di sini.
 
Di lanjutnya, Program restorasi lahan gambut ini merupakan program pemerintah pusat melalui Presiden RI, Jokowi untuk kelestarian lingkungan hidup dan memperbaiki ekosistem di tanah bergambut tersebut.
 
"Yang jelas, di Indonesia ada sebanyak 7 Provinsi dan 4 Kabupaten yang salah satunya Kabupaten Kepulauan Meranti, hal ini sangat penting sekali untuk kita menanggulangi lagi dan melestarikannya dan kami bertanggung jawab atas kerja di wilayah kami sesuai dengan aturan dan prosedurnya," ungkapnya.
 
 
rgc/fn/radarriaunet.com