Jokowi Tegaskan Duterte Persilakan Proses Hukum Mary Jane

Administrator - Selasa,13 September 2016 - 14:02:05 wib
Jokowi Tegaskan Duterte Persilakan Proses Hukum Mary Jane
PresideRepublik Filipina Rodrigo Roa Duterte didampingi Presiden RI Joko Widodo saat berbincang di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 9 September 2016. cnn
RADARRIAUNET.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan Presiden Rodrigo Duterte telah mempersilakan Indonesia untuk memproses hukum terpidana mati kasus narkotika, Mary Jane Veloso.
 
Pernyataan tersebut disampaikam Duterte saat berkunjung ke Indonesia pekan lalu. Hal tersebut juga dianggap sebagai bentuk penghormatan Filipina terhadap ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
 
"Presiden Duterte bilang, silakan diproses sesuai hukum di Indonesia, seperti yang saya sampaikan kemarin. Artinya kan jelas," Kata Joko Widodo di Terminal Petikemas Kalibaru Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9).
 
Presiden Joko Widodo juga membantah tanggapan dari Kementerian Luar Negeri Filipina terkait nasib Marry Jane.
 
"Kan sudah sangat jelas beliau hormati proses hukum yang ada di sini. Ya sudah," ujar Jokowi.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay membantah pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan Presiden Rodrigo Duterte sudah mempersilakan pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap terpidana kasus narkotik, Mary Jane Veloso.
 
"Yasay mengklarifikasi bahwa Duterte tidak pernah memberikan lampu hijau terhadap eksekusi Veloso. Ia hanya mengatakan kepada Presiden Indonesia bahwa dia menghormati proses hukum dan menerima apa pun keputusan akhir terhadap kasus itu," demikian kutipan pernyataan Kemlu Filipina seperti dilansir dalam situs resmi mereka, Senin (12/9).
 
Bantahan itu disampaikan menyikapi pernyataan Jokowi sebelumnya bahwa Duterte justru mempersilakan Pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi Mary Jane.
 
Mary Jane Veloso merupakan terpidana mati setelah dinyatakan bersalah membawa 2,6 kilogram heroin ke Indonesia. Namun, menjelang eksekusi mati pada 29 April tahun lalu, eksekusi terhadapnya tidak dilakukan.
 
Penundaan eksekusi dilakukan setelah tersangka perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada pihak kepolisian Filipina sehingga kesaksian Mary Jane diperlukan pengadilan di Filipina terkait proses peradilan terhadap Maria. Selain itu Mary juga disebut sebagai korban perdagangan manusia.
 
 
cnn/radarriaunet.com