Panjat Batu Penis "Sakral", Turis Asing Diburu Aparat di Thailand

Administrator - Jumat,26 Agustus 2016 - 14:46:08 wib
Panjat Batu Penis
Panjat Batu Penis "Sakral", Turis Asing Diburu Aparat di Thailand. kps

RADARRIAUNET.COM - Otoritas berwenang di Koh Samui, Thailand, tengah memburu seorang turis asing nakal. Turis itu dituduh melakukan tindakan tak sopan dan tak menghormati kearifan lokal di pulau tersebut.

Turis tersebut berulah dengan memanjat batu berbentuk penis yang disakralkan oleh penduduk setempat. Dia memanjat untuk berpose ketika difoto.

Kasus ini berawal dari unggahan foto-foto yang disebar melalui akun grup Facebook “Samui People”. Demikian diberitakan media di Bangkok, Rabu (24/8/2016).

Berbagai komentar muncul menyertai foto itu. Umumnya, netizen mengecam ulah wisatawan tersebut dan menyebutnya tak menghormati kepercayaan penduduk lokal.
Ada pula kelompok lain yang mengecam perbuatan itu, karena berpotensi merusak batu tua tersebut.

Sekretaris Jenderal Koh Samui, Jarisak Wanbaworn, mengatakan, sesungguhnya di lokasi tersebut telah dipasang tanda baru yang mengingatkan para turis agar tak memanjat.

Namun dia baru menyadari bahwa tanda tersebut sekarang telah rusak. Lokasi yang diberi nama Hin Ta dan Hin Yai atau Kakek dan Nenek Bebatuan, adalah formasi bebatuan tua yang menawan di Pulai Koh Samui.

Uniknya, gugus bebatuan itu membentuk alat kelamin pria dan wanita.
Selanjutnya, kawasan bebatuan itu oleh penduduk setempat dijadikan tempat sakral dan menjadi simbol "tak ingkar janji".

Cerita rakyat kuno, pada suatu ketika, Kakek Kreng dan Nenek Riam, yang berasal dari Nakhon Sri Thammarat, berlayar ke Koh Samui. Mereka datang ke pulau itu untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki mereka. Namun, ketika pasangan itu tiba di Pantai Lamai, badai menghantam. Perahu yang mereka tumpangi terbalik dan seluruh mas kawin pun tenggelam dan hilang di dalam air.

Kerabat lain yang ada di dalam perahu itu pun tenggelam. Hanya Kreng dan Riam yang selamat dan bisa mencapai pantai. Pasangan itu pun bingung dengan kondisi itu. Mereka khawatir keluarga pengantin wanita bakal berpikir mereka telah melanggar janji.

Akhirnya, pasangan itu melompat ke laut dengan sebuah harapan. Mereka berdoa agar mereka dapat lahir kembali dalam bentuk simbol, agar keluarga pengantin wanita tahu bahwa mereka tak pernah ingkar janji. Gugus bebatuan itulah yang lalu muncul berbentuk mirip kelamin pria dan wanita.

Hingga saat ini belum jelas, apakah turis yang diburu itu bakal dikenai sanksi jika ditemukan.


kps/fn/radarriaunet.com