Kordias Pasaribu : Persamakan Persepsi Selamatkan Provinsi Riau

Administrator - Sabtu,30 Juli 2016 - 08:33:40 wib
Kordias Pasaribu : Persamakan Persepsi Selamatkan Provinsi Riau
Kordias Pasaribu. rpg
RADARRIAUNET.COM - Ditengah berbagai polemik yang melanda pemerintahan Provinsi Riau saat ini, banyak kalangan politik, birokrat, dunia akademik serta LSM dan para pengamat yang kian mempertanyakan kinerja gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman  akhir-akhir ini.
 
Hal itu bertolak dari kenyataan berbagai persoalan besar menyangkut kinerja pemerintahan Provinsi Riau, jika dilihat khususnya pada akhir-akhir ini  tidak berjalan sebagaimana mestinya.
 
Selain posisi Wakil Gubernur yang kosong hingga beberapa bulan, Pasca pelantikan Arsyadjuliandi Rachman sebagai gubernur definitif, posisi Sekda juga terhitung terabaikan, ditambah dengan jabatan ketua DPRD provinsi Riau, yang hingga hari ini masih tetap tanpa pemimpin.
 
Hal itu menurut hampir dari semua pengamat dari berbagai lembaga dan tokoh politik di Riau ini, berpendapat serupa bahwa hal itu akan berdampak domino terhadap seluruh rencana pembangunan disegala sektor.
 
Tak terkecuali dengan ketua DPD PDIP provinsi Riau, Kordias Pasaribu, SH, M.Si. Selain aktif di partai politik berlambang kepala banteng itu, ia juga adalah sebagai dewan perwakilan rakyat provinsi Riau yang tergabung dalam komisi A DPRD provinsi Riau.
 
Kordias memang dikenal dengan sifat keramahan dan bersahajanya. Ia ramah dan murah tersenyum kepada siapapun yang menyapanya. Itu bisa terlihat dari keseharian nya tatkala berada di kantor dewan, yang mana para awak media dari berbagai media yang ada di Riau, tak bisa lepas, sebelum mengobrol dengan Kordias, walau hanya sekedar basa basi.
 
Ramah, rendah hati, dan  mudah bergaul, Serta cerdas dalam memberikan berbagai pernyataan kepada awak media, menjadi cirikhas yang melekat Pada diri  Kordias.
 
Memang tidak mudah menemukan sosok politikus seperti Kordias. Selain sederetan nilai akhlak kepribadiannya yang baik tersebut diatas, Kordias juga merupakan politikus dan ketua DPD PDIP termuda di Indonesia.
 
Dalam menanggapi berbagai persoalan dan isu yang sedang berkembang, terkait dengan kinerja pemerintah provinsi Riau, akhir - akhir ini, sebagai tokoh politik provinsi Riau, Kordias mencoba memberikan pandangan nya, khususnya pada pemerintah, yang dinilainya sangat lambat dalam mengambil tindakan, terkait dengan posisi Wakil Gubernur dan Sekda Provinsi Riau, serta ketua DPRD provinsi Riau.
 
Menurutnya, apa yang diperlihatkan oleh pemerintah provinsi Riau saat ini tidak lagi mengakomodir program nawa cita presiden Jokowi, yang selalu menekankan asas kecepatan dan ketepatan dalam bekerja membangun sektor-sektor penting dipemerintahan  yang menjadi penentu dalam menjaga tingkat stabilitas ekonomi ditingkat daerah.
 
"Dengan keadaan yang sekarang ini, dimana banyak terdapat kekosongan jabatan struktural pemerintah, akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat kita," katanya.
 
Dan menurutnya hal itu telah nyata menimbulkan persoalan ekonomi di provinsi Riau.
 
"Kita tau sekarang bahwa rendahnya serapan anggaran di hampir semua SKPD di jajaran pemprov Riau, menjadi indikator utama dari timpangnya kepemimpinan pemerintah, " katanya.
 
"Hal itu benar-benar sangat menghambat laju tumbuhnya ekonomi daerah," jelasnya lagi.
 
Menurutnya hal itu dapat dipastikan, sebab dengan kepemimpinan yang lengkap saja, belum tentu akan menghasilkan target perekonomian.
 
"Kita melihat dengan struktur jabatan yang lengkap saja, masih terdapat banyak kekurangan dalam pelayanan ke masyarakat, apalagi timpang seperti saat ini," terangnya.
 
Terkait permasalahan inilah, kemudian pihaknya bersama-sama dengan beberapa tokoh partai lain di provinsi Riau, dengan sehati turut prihatin. Dan hal itulah yang mendorong pihaknya merasa perlu bersilaturahmi ke tokoh dan pimpinan pusat partai politik di Jakarta dalam rangka memberikan kontribusi tentang menyelamatkan Riau dari degradasi kepemimpinan dan ekonomi.
 
"Kami hanya melakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Yang jelas, partai PDIP bersama-sama dengan partai lain yang ada di Riau, ingin mempersamakan persepsi dalam membangun Riau, " ujarnya.
 
Menjawab pertanyaan reporter radarriaunet.com terkait dengan pengangkatan wakil gubernur dan ketua DPRD Riau, ia menjelaskan, bahwa hal itu adalah domainnya gubernur.
 
"Soal pengangkatan wakil gubernur itu adalah domainnya gubri sebagai ketua partai tingkat provinsi. Gubernurlah yang akan mengusulkan siapa calon yang akan dipilih," katanya.
 
Namun Kordias menambahkan penjelasannya, bahwa untuk menjadi calon wakil gubernur, figur bisa dari partai golkar, bisa dari birokrat, dan bisa juga dari kalangan profesional, atau dari partai lain, tergantung usulan dari pihak golkar.
 
"Kami DPRD provinsi, pasti akan mendukung siapa saja yang akan diusulkan oleh gubernur," katanya.
 
Menurutnya tidak zamannya lagi dalam memilih figur pemimpin hanya melulu melihat dari segi latar belakang suku, dan agama.
 
"Jika ingin maju sperti daerah lain di Indonesia ini, Riau harus mampu membuka diri kepada siapa saja yang berkemampuan, berkapabilitas tinggi, profesional, dan tingkat kompetensi yang baik, untuk memimpin Riau ini, tanpa harus melihat latar belakang dari sukunya, ataupun  agamanya," katanya.
 
"Sekali lagi, ini adalah demi kemajuan Riau ke depan. Jika tidak, Riau bukan tidak mungkin akan menjadi miskin, dan masyarakatnya bisa jadi terlibat berbagai kejahatan," katanya.
 
Ia mencontohkan keadaan sekarang ini sudah terasa begitu sulit bagi masyarakat. Menurutnya jika tidak ada pembangunan, karena rendahnya serapan anggaran daerah, maka secara otomatis ekonomi akan menjadi mandek. 
 
"Jika serapan rendah, berarti uang rakyat tidak ada. Ekonomi lesu, dan perputaran uang sepi, index ekonomi berhenti," katanya kepada wartawan radarriaunet.com.
 
Dalam mengakhiri sesion wawancara yang berlangsung selama setengah jam itu, reporter Radar Riau mencoba mempertanyakan seputar wacana PDIP tentang kesiapan salah satu kadernya untuk diusung sebagai wakil gubernur, Kordias menjawab hal itu bukanlah ranah yang menjadi domainnya.
 
"Oh soal itu bukan ranah saya. Saya tidak berkompeten membicarakan itu. Terkecuali kita diminta, boleh lah kita berwacana, " pungkasnya.
 
 
Feri Sibarani, STP/radarriaunet.com