Komisi A DPRD Riau Minta PT CPI Segera Laksanakan Hasil Hearing

Administrator - Rabu,29 Juni 2016 - 09:36:24 wib
Komisi A DPRD Riau Minta PT CPI Segera Laksanakan Hasil Hearing
Komisi ADPRD Riau meminta PT CPI segera menindaklanjuti hasil hearing terkait peredaran video pertengkaran antara pegawainya dengan seorang anggota DPRD Dumai. rtc
RADARRIAUNET.COM - Komisi A DPRD Riau hearing dengan PT. Chevron Pacific Indonesia guna membahas persoalan keributan salah seorang pegawai PT Chevron dengan ketua DPRD Dumai yang videonya sempat menjadi tontonan menarik di salah satu media sosial, YouTube. 
 
Sebagai hasil dari hearing tersebut, Komisi A DPRD Riau meminta PT Chevron untuk segera meminta maaf atas persoalan itu, membersihkan nama baik anggota dewan seperti yang dilontarkan pegawai dalam video serta menghapus video rekaman yang dimaksud. "Melalui media massa dan akun YouTube, PT. Chevron harus meminta maaf atas persoalan ini, mereka juga harus membersihkan nama baik dewan atas pernyataan pegawai mereka yang seakan-akan dewan yang bersalah serta mereka harus menghapus video pertikaian itu," kata Sugianto, anggota Komisi A DPRD Riau saat menceritakan hasil hearingnya kepada awak media, Senin (27/06/16). 
 
Menurutnya, hasil hearing tersebut mesti segera dijalankan PT Chevron. Apalagi dengan kejadian ini, kesan yang timbul dari masyarakat seolah-olah anggota dewan bertindak seenaknya tanpa mengikuti peraturan yang ada di PT Chevron. 
 
"Kejadiannya memang tahun 2014 yang lalu, hebohnya akhir-akhir ini, makanya kita berinsiatif untuk memfasilitasi penyelesaian ini. Kita tidak ada bermaksud apapun, semuanya murni atas keinginan kita untuk memfasilitasi persoalan yang di dalamnya juga ada nama anggota dewan," ugkapnya. 
 
Sebelum melakukan hearing dengan PT Chevron, ternyata pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan ketua DPRD Dumai serta beberapa rekannya yang ada dalam video. Dari hasil pertemuannya diketahui, pegawai PT Chevron dalam keadaan sakaw waktu itu. "Kronologisnya, mobil ketua dewan Dumai ni di belakang mobil pegawai tu, tiba-tiba pegawai tu mengepalkan tangan, bagi ketua dewan Dumai disangkanya itu teman dia. Pegawai tadi memacu kenderaannya yang diikuti oleh ketua dewan Dumai, dari sinilah sangkaan ketua dewan Dumai melaju kencang, padahal petugas PT. Chevron itu yang berbuat demikian," ceritanya. 
 
Dengan persoalan tersebut, manajemen PT Chevron dalam hearing mengakui salah, juga mengakui pegawainya itu dalam keadaan sakaw. Sanksi pemindahan pegawai yang terungkap dalam hearing, dianggap sebagai sebuah hal yang bukan menyelesaikan persoalan. "Oke kalau pegawai itu sudah dipindah tugaskan. Tapi persoalannya sekarang, imej masyarakat ke dewan sudah tidak baik lagi. Makanya tugas PT Chevron untuk membersihkan serta menjelaskan ke masyarakat kronologis yang terjadi," urainya. 
 
Terakhir politisi PKB ini menganggap PT Chevron sudah membuat negara dalam negara. PT Chevron diingatkan keberadaannya di Riau dan mesti mengikuti aturan yang ada di Riau. "Rencananya kita bakal mengkaji serta mendalami segala perizinan PT Chevron di Riau ni. PT Chevron mesti mengevaluasi segala aturan yang mereka tetapkan," tutupnya. 
 
Hadir dalam hearing tersebut, Sukamto (GM PT Chevron), Deswandi (salah seorang manejer), Tengku Dedy A (GR Sub Public), Kastoni Sitanggang (Security Manajer) serta ketua, wakil ketua, sekretaris dan sejumlah anggota Komisi A yang lain.
 
 
teu/rtc/radarriaunet.com