Tutup Mendadak, 31 Diler Gugat Ford Ganti Rugi Rp1 Triliun

Administrator - Senin,27 Juni 2016 - 18:00:01 wib
Tutup Mendadak, 31 Diler Gugat Ford Ganti Rugi Rp1 Triliun
Logo perusahaan otomotif Ford terpasang di salah satu dealer di Jakarta, Selasa (26/1). Ford Motor Indonesia menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford di Indonesia mulai pertengahan tahun ini. Ant/cnn
RADARRIAUNET.COM - PT Ford Motor Indonesia (FMI) digugat oleh 31 diler distribusi produk otomotifnya menyusul berhentinya operasional prinsipal asal Amerika Serikat tersebut secara mendadak di Indonesia sejak 2015. FMI selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dituntut membayar ganti rugi sebesar Rp1 triliun. 
 
Kuasa hukum 31 dealer Ford tersebut, Harry Ponto menjelaskan, gugatan ini diajukan karena FMI melakukan pemutusan hubungan sepihak dengan diler-diler tanpa memperdulikan investasi yang telah dikeluarkan oleh pengusaha diler 
 
"Secara hak, kami tentu punya hak mempertanyakan nasib kami dan tidak tepat jika pemutusan ini dilakukan sepihak. Tentu saja kan pengusaha diler ini bertanya bagaimana kelanjutan usaha mereka, bagaimana karyawan mereka, dan ini investasi dealer ini tidak main-main," ujar Harry, Senin (27/6).
 
Ia melanjutkan, gugatan ini diajukan melalui somasi yang diajukan kepada FMI tertanggal 13 Juni 2016 silam. Gabungan 31 diler ini sebelumnya telah mengajukan somasi pertama pada 1 Juni 2016, namun tidak direspon oleh pihak FMI.
 
Harry juga mengatakan, gugatan materil Rp1 triliun itu merupakan angka yang wajar karena memperhitungkan investasi yang telah digelontorkan dan kerugian beberapa diler di masa depan, yang bahkan belum merasakan balik modal. Somasi ini, lanjutnya, terpaksa diajukan karena tak ada itikad baik dari FMI kepada diler.
 
"Investasi ini sangat mahal sekali karena FMI memiliki standar tersendiri menyangkut pembangunan diler. Mereka juga meminta tanah itu harus dibeli, harus punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), rata-rata satu diler standar biayanya bisa Rp20 miliar hingga Rp30 milar satu unitnya," jelas Harry.
 
Melengkapi ucapan Harry, Ketua Konsorsium Diler Penggugat FMI, Andee Youstong sangat menyayangkan keputusan Ford yang menghentikan operasionalnya secara mendadak. Pasalnya pada tahun lalu, FMI pernah menyampaikan ke pengusaha diler bahwa penjualan di Indonesia akan ditingkatkan dengan membuka banyak diler hingga 2016.
 
Hal itu, tambah Andee, terlihat dari pembukaan sembilan diler baru pada akhir 2015 yang seolah-olah memberi sinyal bahwa bisnis Ford di Indonesia baik-baik saja. Penutupan dadakan ini, jelasnya, sangat mengganggu bisnis mereka karena tidak ada waktu yang tepat untuk memberitahu pegawai dan menyusun rencana cadangan pasca penghentian operasi.
 
"Kami sempat minta, apakah penutupan diler bisa diundur satu hari? Namun nyatanya tidak bisa. Tiba-tiba ada pemutusan hubungan saja, padahal sebelumnya Ford seolah-olah ingin benar-benar ekpansi di Indonesia," jelasnya.
 
Ia yakin somasi dan gugatan ini bisa dipenuhi mengingat 85 persen penjualan Ford pada tahun 2015 berasal dari 31 diler ini.
 
"Sejak 25 Januari, diler sudah berbicara baik-baik. Saat itu tidak ada titik temu, dan mereka bilang ya penutupan diler bukan urusan mereka. Tentu kemudian kami layangkan somasi, tapi kami tidak gugat secara non-materiil karena kami masih punya itikad baik," jelasnya.
 
Ford Motor Co sendiri telah mengumumkan penghentian kegiatan operasionalnya di Indonesia dan Jepang tahun ini. Perusahaan otomotif asal Amerika menyatakan keputusan tersebut diambil setelah manajemen melihat sudah tidak ada lagi peluang untuk memperoleh keuntungan di kedua negara akibat terus menyusutnya pangsa pasar penjualan.
 
Ford masuk ke Indonesia pada 2002 dan mengoperasikan 44 diler sampai akhir tahun lalu. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Ford hingga akhir tahun 2015 tercatat sebanyak 6.103 unit atau 0,59 persen dari penjualan mobil nasional sebesar 1.031.422 unit. 
 
cnn/alex hrf