Diduga Beberapa Anggota Polda Riau Menginjak-injak Seorang Warga

Administrator - Selasa,21 Juni 2016 - 08:49:37 wib
Diduga Beberapa Anggota Polda Riau Menginjak-injak Seorang Warga
ilustrasi. bsc
RADARRIAUNET.COM - Diruangan rapat komisi A DPRD Provinsi Riau, seorang ibu yang bernama Rossi (22) dengan 2 orang ibu yang merupakan temannya, datang untuk melaporkan perihal penganiayaan terhadap suaminya oleh sekelompok orang yang berpakaian bebas dengan mengaku anggota kepolisian dari Polda Riau.
 
Dalam laporannya yang diterima langsung oleh ketua komisi A Kordias Pasaribu bersama dengan beberapa stafnya mencoba meminta keterangan lengkap mengenai apa yang terjadi. Dari penuturan Rossi yang dibarengi isakan tangis itu, tidak bisa menerima perlakuan oleh sekelompok oknum yang mengaku polisi itu, konon katanya pada dini hari Minggu, sekitar pukul 04.00 wib, 19/6/2016, tiba-tiba rumahnya digrebek oleh sekelompok pria berpakaian bebas  dan 4 orang dari kawanan itu berkata," Kami dari Polda," kata Rossi menirukan, sambil menodongkan senpi laras panjang kebagian dada ibu rossi.
 
Beberapa saat kemudian, menurut Rossi kelompok yang mengaku polisi itu langsung menangkap suaminya Agus (32) secara arogan dan dibarengin pemukulan ke bagian  tubuh suaminya lalu kemudian menginjak-injak dengan tidak berprikemanusiaan.
 
Menurut Rossi, setelah kejadian itu, kawanan kelompok yang mengaku anggota polisi dari Polda Riau itu langsung membawa suaminya pergi entah kemana. "Dan sampai saat ini, aku tidak tahu, apakah suamiku masih hidup atau sudah mati," katanya.
 
Setelah sehari berlalu (Minggu, red), telepon genggam (hp) suaminya tidak dapat dihubungi lagi. Dalam keadaan bingung, Rossi mencoba menghubungi beberapa teman suaminya, yaitu Sitorus. Dari keterangan Sitorus, ternyata suami Rossi sudah ditahan di Polda Riau dengan tuduhan melakukan tindakan pencurian Aki (Sejenis Batrai) milik PT. Telkomsel.
 
Menanggapi laporan dari ibu yang mengaku tinggal di Jalan Riau Pekanbaru ini, pihak komisi A DPRD Provinsi Riau mencoba mengakomodir persoalan dengan terus meminta keterangan Rossi, sembari menyarankan supaya Rossi dapat menempuh upaya hukum untuk mencari keadilan dalam hal penangkapan suaminya tersebut. Menurut Kordias Pasaribu dan beberapa rekannya sesama anggota DPRD komisi A, jika benar kejadiannya seperti yang diuraikan Rossi, maka anggota kepolisian itu sudah selayaknya mendapat sanksi kode etik kerja dari lembaganya.
 
Ditengah berbagai pertanyaan dari awak media, pihak komisi A DPRD Provinsi Riau berjanji akan mengusung kasus ini kepengadilan dengan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga korban yaitu ibu Rossi. ,"Kami hanya akan berusaha memfasilitasi dengan menyediakan lembaga hukum kita LBH dari komisi A," kata salah seorang Staf komisi.
 
 
Feri Sibarani/radarriaunet.com