Cobaan untuk Importir Umum Makin Berat

Administrator - Jumat,17 Juni 2016 - 12:29:45 wib
Cobaan untuk Importir Umum Makin Berat
Mobil Aston Martin dipamerkan saat pembukaan showroom di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015). Aston Martin membuka showroom di Jakarta sekaligus yang pertama di Indonesia, berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto 70, Menteng, Jakarta Pusat. kpc

RADARRIAUNET.COM – Segala cara dilakukan pemain mobil mewah untuk bertahan di tengah kondisi perekonomian yang kurang ideal. Seperti yang dilakukan Aston Martin Jakarta yang terus memikirkan cara untuk menarik minat orang berduit tak ragu beli supercar.

Program trade-in pun digulirkan, memberi kesempatan orang kaya yang sudah punya supercar sebelumnya untuk tukar dengan Aston Martin baru. ”Kondisinya memang menuntut kita berinovasi dan memberikan sesuatu yang out of the box,” ucap Irmawan Poedjoadi, CEO Aston Martin Jakarta, dalam buka puasa bersama media di Artotel Thamrin, Jakarta, (14/6/2016).

Irmawan 'curhat' sedikit, bahwa kondisi saat ini jauh berbeda dengan 2-3 tahun lalu. Kebijakan-kebijakan diterapkan kini sangat menekan pemain mobil impor. Puncaknya, kenaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dari 75 persen menjadi 125 persen.

”Orang bayar pajaknya saja bisa 2-3 kali harga mobil. Apalagi, sekarang exchange rate juga naik, semua transaksi di atas Rp500 juta harus dicatat, pakai NPWP, dan sebagainya. Orang menahan diri,” kata Irmawan.

Disebutkan Irmawan, perubahan kebijakan yang dibawa pemerintah itu sebenarnya bertujuan sangat baik, agar semua clear. Tapi masalahnya, orang Indonesia belum terbiasa dan merasa sangat khawatir, meski sebenarnya hal ini lambat laun akan diterima juga.

”Banyak orang mungkin kaget, menghindari TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan lainnya. Cobaannya sedang parah, dan itu bukan kami saja, semua sektor perdagangan. Kami berharap orang cepat beradaptasi dengan kondisi ini,” ucap Irmawan.


kpc/radarriaunet.com