Alasan Kawasaki Indonesia Tidak Mau Jual Bajaj Lagi

Administrator - Selasa,07 Juni 2016 - 10:51:48 wib
Alasan Kawasaki Indonesia Tidak Mau Jual Bajaj Lagi
Kawasaki-Bajaj Pulsar 200NS masih belum punya tandem di Indonesia. kc

RADARRIAUNET.COM – Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menghentikan impor unit Bajaj Pulsar 200 NS dari India. Stok di dealer telah digenjot habis-habisan dengan diskon besar, saat ini sisa sekitar 1.000 unit yang diprediksi bakal habis pada Juli.

Setelah itu KMI tidak lagi menjual Bajaj dan fokus pada produknya sendiri. Meski begitu, sebagai wujud komitmen pada konsumen, pemilik Bajaj masih bisa merawat sepeda motornya di bengkel resmi KMI setidaknya sampai 10 tahun.

Sepeda motor Bajaj masuk Indonesia sekitar 2000-an, dimulai dari model pertama, Pulsar 180 UG3. Produk itu unik karena punya kapasitas mesin, 180cc, di luar kebiasaan produk Jepang. Setelah itu banyak produk yang meluncur, seperti Pulsar 200, 220F, 135, 125, dan 200 NS (hasil kolaborasi dengan Kawasaki).

Tapi seberapa pun optimis, pasar yang menentukan. Bajaj tidak mampu bersaing, satu per satu diler tutup buku. Hingga akhirnya Bajaj resmi mengundurkan diri dari Indonesia pada 2013.

Keputusan Bajaj nebeng jualan Pulsar 200 NS lewat jaringan diler KMI dilakukan sejak akhir 2013. Michael Candra Tanadhi, Deputy Head Sales Dept. Marketing and Sales Division KMI, menjelaskan, kerja sama Kawasaki-Bajaj di Indonesia menyontek negara lain, tapi kurang berhasil.

“Pertama kan Bajaj sebelumnya ada di Indonesia, karena kelihatannya kurang sukses mereka meminta Kawasaki untuk memasarkannya. Di negara lain Kawasaki juga memasarkan itu, khususnya di Filipina,” ucap Michael, di Tangerang, Minggu (5/6/2016).

“Karena melihat pangsa bagus, kenapa engga mereka coba di Indonesia. Kami melihat tidak terlalu bagus kolaborasinya, ya kami discontinue,” lanjut Michael.

Pulsar 200 NS adalah satu-satunya model Bajaj yang dijual KMI. Label harga seperti tertera di website resmi KMI Rp 23,9 juta. Tapi buat konsumen yang tertarik bisa mendapatkannya seharga Rp 15 juta, sebab diler menawarkan rabat Rp 8,9 juta.


kpc/radarriaunet.com