Bengkulu dan Sumbar Alami Dampak Terparah Gempa 6,5 SR

Administrator - Kamis,02 Juni 2016 - 18:43:36 wib
Bengkulu dan Sumbar Alami Dampak Terparah Gempa 6,5 SR
ilustrasi Gempa Bum. okzc
RADARRIAUNET.COM - Pendataan dampak gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang melanda Sumatera Barat pada Kamis (2/6) pada pukul 05.56 WIB, hingga kini masih terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
 
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD, dampak kerusakan ada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Sebanyak tiga orang luka berat, 13 orang luka ringan dan 56 rumah rusak.
 
Di Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat 14 korban luka dan 11 rumah rusak yang terjadi di Kecamatan Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Air Haji Tengah.
 
Di Kota Padang terdapat dua orang luka berat akibat tertimpa bangunan. Korban luka berat dirawat si RSUD Painan sedangkan luka ringan di rawat di puskesmas.
 
Kabupaten Mukomuko pendataan baru dapat dilakukan di dua desa. Di Desa Lubuk Pinang dan Desa Pasar Panjang Kecamatan Lubuk Pinang terdapat tiga rumah roboh atau rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.
 
Sedangkan di Desa Talang Sakti Kecamatan V Koto terdapat 10 rumah rusak berat dan 20 rumah rusak ringan. Di Desa Kota Praja Kecamatan Manjunto terdapat satu unit RSUD rusak sedang.
 
Pendataan masih dilakukan. Luasnya wilayah dan kondisi hujan deras menyebabkan pendataan belum dapat dilakukan dengan cepat. Kondisi listrik mati juga menimbulkan masalah dalam pelaporan dampak gempa di Mukomuko.
 
Posko BNPB terus melakukan koordinasi dengan Pusdalops BPBD dalam pendataan. Kondisi masyarakat normal. Aktivitas berjalan seperti biasa," ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi, Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (2/6) sore. 
 
Gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Padang, Sumatera Barat, memang mengakibatkan ratusan rumah warga di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, rusak.
 
Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Mukomuko, Hitatun Arazak, menjelaskan, kerusakan rumah dan fasilitas umum terjadi di beberapa desa di Mukomuko.
 
Rumah yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan di antaranya di Desa Talang Luas, Talang Sakti, Lubuk Pinang, Talang Petai, dan Talang Sepakat.  
 
"Rumah penduduk mengalami retak dan atap serta dinding ambruk," ungkap Hitatun.
 
Warga yang rumahnya rusak parah terpaksa diungsikan ke tenda-tenda yang telah disediakan. Belum ada data pasti soal jumlah kerusakan rumah, namun diperkirakan sekitar ratusan.
 
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Litman, menjelaskan, gempa di Sumatera Barat terasa getarannya di tujuh kabupaten dan kota Bengkulu.
 
Kabupaten dan kota yang terasa gempa tersebut adalah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Kepahiang, Lebong, Rejang Lebong, Seluma dan Kota Bengkulu.
 
“Mukomuko paling kuat getarannya,” katanya.
 
Seperti diketahui, gempa di Sumatera Barat terjadi sekitar pukul 05.56 WIB pada Kamis, 2 Juni 2016. Gempa berlokasi di kedalaman 79 km dari barat daya pesisir selatan Sumatera Barat.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ramdani, mengatakan, masih menunggu laporan resmi kerusakan dari Kecamatan Air Manjunto. Kerusakan lain terjadi pada fasilitas umum, beberapa masjid di empat kecamatan mengalami rusak ringan hingga sedang.
 
Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mukomuko turut rusak. Beberapa plafon ruang perawatan runtuh kala gempa terjadi.
 
"Khusus di rumah sakit, sempat terjadi kepanikan, selain banyak plafon yang runtuh, aliran listrik yang dipadamkan membuat para pasien menjadi panik," ucap Ramdani.
 
Editor: Zet